Nasional

Mendikbud Bakal Hapus Mapel Sejarah, Nadiem Makarim Dinilai Begini

×

Mendikbud Bakal Hapus Mapel Sejarah, Nadiem Makarim Dinilai Begini

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | JAKARTA – Dalam kurikulum nasional tahun 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) rencananya akan menghapus atau membatasi Mata Pelajaran (Mapel) Sejarah.

Rencama Mendikbud ini menuai perbinacangan menari bagi sejumlah pihak yang menolak Mapel Sejarah dihapuskan atau dibatasi.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan bahwa mata pelajaran sejarah merupakan bagian pembentukan karakter peserta didik.

Baca Juga:  Soal Omnibus Law, DPC Partai Demokrat Tegas Menolak RUU Cipta Kerja

“Pendidikan karakter itu menjadi penting, kesadaran sejarah atau literasi sejarah itu menjadikan bangsa kita menjadi kuat,” katanya seperti dilansir dari laman JawaPos, Minggu (20/9/2020).

Dia pun menduga bahwa Mendikbud Nadiem Makarim tidak memiliki perspektif sejarah yang kuat. Di mana mantan bos Gojek itu pernah berkata, ‘saya mungkin tidak tau masa lalu, tapi saya tahu masa depan’.

Baca Juga:  Idulfitri 1444 Hijriah Diprediksi Sabtu 22 April 2023, Kemenag Jelaskan Hal Ini

“Itu dibenarkan oleh kebijakan-kebijakan setelahnya, sampai mau menghilangkan pelajaran sejarah. Tampaknya Mas Menteri mengesampingkan tradisi, budaya dan sejarah dan hanya menjadikan SDM seperti robot-robot yang akan dipasangkan dalam mesin industri masa depan, padahal bukan begitu. manusia punya dimensi yang berbeda,” imbuhnya.

Ubaid beranggapan, Nadiem melihat manusia hebat adalah manusia yang bisa menatap masa depan, tapi tidak dipandang sebagai manusia yang utuh dan bisa berbudaya. Akan tetapi, apa bisa hal tersebut mengembangkan tradisi leluhur bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Dilema PSBB, Ade Yasin: Masih Banyak Pegawai ke Kantor

“Kita ada di zona pasar bebas, kalau kita tidak punya kesadaran dan literasi sejarah yang kuat, ya tamatlah bangsa ini, kita menjadi generasi masa depan yang tidak tau akar budaya yg mengikuti arus budaya luar dan menjelekkan budaya sendiri,” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan