Suasana terasa sangat tenang. Angin berembus pelan, suara burung terdengar dari kejauhan, sementara pantulan cahaya matahari menembus sela-sela pohon di atas permukaan air.
Di tengah perjalanan, terdapat sebuah pulau kecil yang dihuni enam ekor siamang. Primata tersebut tampak bergelantungan aktif dan berteriak dengan suara khasnya di antara pepohonan, menciptakan suasana seperti berada di hutan tropis alami.
Faunaland juga menghadirkan pertunjukan edukatif melalui live show dan atraksi burung. Dalam pertunjukan tersebut, pengunjung tidak hanya melihat kemampuan satwa, tetapi juga mendapat penjelasan mengenai asal daerah, perilaku, hingga keunikan setiap jenis burung yang ditampilkan. Setelah itu para pengunjung berkesempatan memberi makan harimau dan singa dengan daging ayam yang sudah dipotong.
Kondisi lingkungan di Faunaland terlihat terjaga. Area kandang tampak bersih dan minim bau menyengat. Satwa-satwa juga terlihat aktif dan sehat, mencerminkan perhatian terhadap kesejahteraan hewan dan kualitas lingkungan di dalam kawasan konservasi tersebut.
Suasana itu sesuai dengan komitmen CEO Faunaland Indonesia Danny Gunalen yang mengatakan bahwa konsep yang dikembangkan saat ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggabungkan konservasi, edukasi, dan pengalaman keluarga dalam satu kawasan.





