Nasional

Meski Masuk Kemarau, Tapi Masih Turun Hujan, Begini Penjelasan BMKG

×

Meski Masuk Kemarau, Tapi Masih Turun Hujan, Begini Penjelasan BMKG

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hujan lebat. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi hujan lebat. (Foto: Istimewa).

Sementara itu, lanjut Guswanto, dalam skala regional, terdapat beberapa fenomena gelombang atmosfer yang aktif meningkatkan aktivitas konvektif dan pembentukan awan hujan, yaitu MJO (Madden Jullian Oscillation), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby yang terjadi pada periode yang sama.

“Adanya pola belokan angin dan daerah pertemuan serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar Sumatera bagian selatan dan di Jawa bagian barat juga mampu meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah tersebut didukung dengan anomali suhu muka laut positif yang dapat meningkatkan potensi uap air di atmosfer,” paparnya.

Baca Juga:  Buka 100 Toko di AS, Apple Terapkan Cara Belanja Baru

Menurut Guswanto, meskipun saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, namun, karena adanya fenomena-fenomena atmosfer tersebut memicu terjadinya dinamika cuaca yang berdampak masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Ramalan Cuaca Kota Bandung, Sabtu 9 Juli 2022

Sementara itu untuk wilayah Jabodetabek masih perlu diwaspadai potensi hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di pada siang-sore hari terutama di wilayah barat, timur, dan selatan.

Baca Juga:  Ramalan Cuaca Jabar Kamis 8 Juni 2023, Hujan Gak Ya?

Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang. Terkait musim kemarau, Guswanto pun mewanti-wanti agar masyarakat waspada terhadap dampak kekeringan.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3

Tinggalkan Balasan