“Kami belajar dari semangat masyarakat Aceh yang tidak pernah padam untuk bangkit dari bencana. Bagi kami, ini bukan sekadar memulihkan listrik, tetapi juga menjaga api perjuangan rakyat Aceh,” ungkapnya.
Darmawan menambahkan, di sejumlah wilayah masih terdapat genangan air dan lumpur pascabencana sehingga penormalan jaringan dilakukan secara hati-hati demi keselamatan masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga.
“Kami memahami kondisi masyarakat pascabencana. Atas ketidaknyamanan ini kami memohon maaf dan meminta doa serta dukungan agar seluruh tahapan pemulihan kelistrikan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





