Nasional

Saat Biaya Politik Mahal, Korupsi Jadi Risiko Jabatan

×

Saat Biaya Politik Mahal, Korupsi Jadi Risiko Jabatan

Sebarkan artikel ini
KPK soroti mahalnya biaya politik dan risiko korupsi jabatan
Gedung KPK (Foto: Net)

“Kepala daerah terpilih kemudian mempunyai beban besar untuk mengembalikan modal politik tersebut, dan sayangnya dilakukan dengan cara-cara melawan hukum, yaitu korupsi,” kata Budi.

KPK menilai kasus Ardito Wijaya sekaligus mengonfirmasi temuan awal dalam kajian tata kelola partai politik yang sedang dilakukan lembaga antirasuah tersebut.

Baca Juga:  Peringati May Day, Buruh FSPMI Gelar Demo Virtual

Salah satu hipotesisnya adalah tingginya kebutuhan dana partai politik, baik untuk pemenangan pemilu, operasional rutin, maupun agenda internal seperti kongres dan musyawarah.

Baca Juga:  Inilah Manfaat Ajari Anak Tanggung Jawab Saat Pandemik Covid-19

Di sisi lain, lemahnya transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan partai politik dinilai memperbesar risiko masuknya aliran dana ilegal.

Kondisi ini membuat pengawasan menjadi sulit dan pencegahan korupsi tidak berjalan optimal.

Baca Juga:  Enam Bulan Edarkan Sabu, Pria Ini Diringus Polisi Purwakarta
Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4