Dari perspektif sumber daya lahan, ia menyoroti ketimpangan tajam antara kebutuhan air untuk sektor industri dan domestik dengan kemampuan alam dalam mengisi ulang cadangan air tanah.
Ketimpangan inilah yang menjadi salah satu pemicu utama amblesan tanah di berbagai wilayah. Tekanan terhadap akuifer semakin berat seiring laju urbanisasi yang masif.
Permukaan lahan yang tertutup beton dan aspal secara signifikan menurunkan kemampuan tanah menyerap air hujan, yang seharusnya menjadi sumber utama pengisian air tanah.
Akibatnya, cadangan akuifer terus dikuras tanpa kesempatan pulih secara alami.
“Kebutuhan air terus meningkat, sementara laju pengisian alami akuifer justru semakin melemah. Ketimpangan ini mendorong penurunan muka air tanah secara ekstrem sekaligus degradasi kualitas air,” jelas pakar teknik pengelolaan air tersebut.





