“Kami sudah menyusun penyusunan tarif berdasarkan kenaikan harga UMR dan kenaikan harga BBM, itu kami sepakat,” jelas Utomo.
Namun, kenaikan tarif ini juga dibarengi dengan evaluasi pola operasional demi kenyamanan bersama.
Utomo menyoroti masalah penumpukan ojol di titik-titik krusial seperti stasiun yang sering memicu kemacetan. Ia meminta aplikator memperbaiki sistem agar lebih tertib.
Baca Juga: Keluarga Affan Kurniawan, Driver Ojol yang Gugur saat Unjuk Rasa dapat Santunan Rp70 Juta
Kemenhub menyarankan adanya pembaruan algoritma untuk memecah titik penjemputan.
Dengan demikian, menurutnya penumpang tidak menumpuk di satu titik sempit, dan pengemudi bisa menjemput dengan lebih aman tanpa mengganggu lalu lintas.





