Tak Hanya Suami Istri, Pilkades di Purwakarta Turut Jadi Pertarungan Anak dan Ayah

JABARNEWS | PURWAKARTA – Fenomena unik terjadi di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Purwakarta tahun 2021. Ada pasangan suami istri bertarung memperebutkan kursi kepala desa, dan juga ada anak melawan ayah dalam perhelatan demokrasi tingkat Desa itu.

Seperti yang terjadi di Desa Babakancikao, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta. Pertarungan antara Minar Suminar, sang ayah yang berusia 59 tahun dan putri sulungnya, Indri Suminar yang berusia 25 tahun itu bakal terjadi pada Pilkades di Desa Babakan Cikao, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga:  Puluhan Hektare Sawah Di Tasikmalaya Terancam Gagal Panen

Dalam keterangannya, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Babakan Cikao, Dede Pramudiana mengatakan, beberapa saat menjelang penutupan pendaftaran bacalon kades, hanya baru satu bakal calon yang mendaftar, yaitu Minar Suminar.

“Namun, sepuluh menit menjelang penutupan pendaftaran, tepatnya Senin malam 24 Mei 2021, pukul 23.50 WIB, Indri Suminar yang merupakan putri dari Minar Suminar mendaftar sebagai bakal calon kades,” ucap Dede, Selasa (25/5/2021).

Ia menjelaskan, setelah itu tidak ada lagi yang mendaftar. Karena masa pendaftaran telah habis, maka pendaftaran secara resmi ditutup.

Baca Juga:  Baru Sebulan, Enam Kasus Kebakaran Di Purwakarta

“Malam kemarin pendaftaran secara resmi kami tutup tepat pukul 00.00 WIB. Artinya hanya ada dua calon yang sudah mendaftar, yaitu; Minar Suminar dan Indri Suminar,” urainya.

Dede juga mengungkapkan, penetapan bakal calon kades menjadi calon kades yang berhak dipilih dan pengumuman hasil penetapan akan dilakukan pada 6-14 Juni 2021.

Terpisah, Minar Suminar mengatakan bahwa ia berupaya agar demokrasi di desanya bisa tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga:  Kunjungi Australia, Aher Perkuat Kerjasama Sister Province

“Kembali kepada aturan yang harus menetapkan bahwa calon kepala desa minimal harus dua orang. Dengan berbagai pertimbangan saya memutuskan untuk memajukan putri saya untuk maju dalam pencalonan,” tutur Suminar.

Ia juga mengungkapkan, sejak awal-awal tahapan pencalonan pihak desa dan panitia sudah berupaya menyosialisasikan agenda Pilkades di Desa Babakancikao.

“Namun hingga akan berakhir masa pendaftaran, yang daftar hanya saya. Oleh karena itulah saya memutuskan putri saya untuk ikut mendaftar, sekali lagi, dengan berbagai pertimbangan,” pungkasnya. (Gin)