Pemerintahan

Waspada! Kasus Pencurian Celana Dalam Wanita Kembali Terjadi

×

Waspada! Kasus Pencurian Celana Dalam Wanita Kembali Terjadi

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | BOGOR – Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dengan adanya kasus pencurian yang tak lazim yang dilakukan oleh orang yang diduga memiliki kelainan yang mencuri celana dalam wanita.

Pencurian itu terjadi dan meresahkan warga Kampung Telajung, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku pencurian tersebut hingga saat ini masih misterius. Namun, kaum perempuan di Bogor sudah diresahkan olehnya.

Baca Juga:  Begini Cara Membersihkan Maskara Waterproof Dengan Mudah

Ketua RT 03, Kampung Telajung, Desa Wanaherang, Jodi Hermawan membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, kabar ini seketika menyebar di WhatsApp Grup warga RT 03.

Jodi menerangkan, orang yang pertama kali menyebarkan informasi di Grup WhatsApp itu merupakan tetangga korban pencurian pada Selasa (2/2/2021) pagi.

Dijelaskannya, korban pencurian itu merupakan wanita yang masih berusia muda. Dia mengaku kehilangan celana tersebut saat sedang dijemur.

Baca Juga:  Inilah Tips Mudah Memilih Masker Menurut Jenis Kulit

“Ya, salah satu warga menginformasikannya lewat grup. Infonya ada dua wanita yang kehilangan celana dalam, sambil kita cek bareng-bareng,” ujarnya, Rabu (3/2/2021).

Hal yang sama juga terjadi di lokasi lain, yaitu Desa Wanaherang. Matjudin, salah satu warga yang juga sebagai penggiat keamanan lewat jaringan udara menginformasikan kabar tersebut. Dikatakannya, kabar hilangnya dalaman wanita juga terjadi di Kampung Parung Dengdek.

Baca Juga:  Jangan Dari Botol Besar, Bayi Dapat Beresiko Terkena Obesitas

“Ya, ada laporan juga soal itu di Parung Dengdek, korbannya lima wanita mengaku kehilangan celana dalam. Sudah ada yang kami curigai,” ungkapnya.

Diketahui pencurian celana dalam wanita di wilayah Desa Wanaherang bukan kali pertama. Pada tahun 2015 hal serupa sempat menyeruak, korbannya saat itu berjumlah 32 wanita yang rata-rata berstatus pekerja pabrik. (Red)

Tinggalkan Balasan