Manajemen menegaskan, kerugian akibat sanksi ini tidak ditanggung oleh pelaku secara pribadi, melainkan dipikul seluruh klub dan jutaan Bobotoh.
Manajemen menyebut perilaku suporter di stadion dalam dua hingga tiga tahun terakhir sudah jauh lebih dewasa dan tertib, dan kini terancam tercoreng akibat ulah segelintir oknum.
“Yang paling kami sesalkan, kerugian ini tidak hanya dirasakan oleh klub, tetapi juga oleh Bobotoh secara luas,” tulis manajemen Persib Bandung dalam keterangannya.
PERSIB saat ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia di AFC Champions League Two 2025/2026. Manajemen menyebut setiap insiden yang terjadi tidak hanya merugikan klub, tetapi juga berdampak pada citra sepak bola Indonesia, Jawa Barat, dan Kota Bandung di level Asia.
Di sisi internal, manajemen berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, dan manajemen risiko pertandingan agar insiden serupa tidak terulang.





