Ragam

3 Makanan Ini Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami

×

3 Makanan Ini Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami

Sebarkan artikel ini
Bayam dan selada bisa menurunkan tekanan darah secara alami
Bayam dan selada bisa menurunkan tekanan darah secara alami. (foto: istimewa)
Bayam dan selada bisa menurunkan tekanan darah secara alami
Bayam dan selada bisa menurunkan tekanan darah secara alami. (foto: istimewa)

Kalium membantu tubuh untuk mengeluarkan kelebihan natrium dan merilekskan serat otot di dalam pembuluh darah. Beberapa sumber kalium yang baik termasuk buah-buahan, sayuran hijau berdaun, produk susu, ikan salmon, dan kacang-kacangan.

Makanan Kaya Seng (Zinc): Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Nutrition pada tahun 2020, seng membantu menurunkan tekanan darah sistolik. Seng mendukung produksi oksida nitrat, yang membantu melonggarkan pembuluh darah dan dengan demikian menurunkan tekanan darah sistolik.

Baca Juga:  Facebook, Instagram hingga WhatsApp Lolos dari Blokir Kominfo

Mineral ini juga memiliki efek antioksidan yang bermanfaat. Anda dapat menemukan sumber seng yang baik dalam daging, unggas, makanan laut, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta produk susu seperti yogurt dan keju.

Baca Juga:  Ternyata Ini Manfaat Memelihara Kucing, Salah Satunya Bisa Turunkan Tekanan Darah

Makanan Kaya Nitrat: Nitrat, yang diubah menjadi nitrit dalam tubuh, membantu meningkatkan produksi oksida nitrat yang membantu melebarkan pembuluh darah. Ini dapat membantu menurunkan tekanan darah. Beberapa makanan kaya nitrat termasuk bit, bayam, arugula, selada, lobak, dan seledri.

Penting untuk diingat bahwa selain mengonsumsi makanan-makanan tersebut, menjaga pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur dan mengelola stres, juga berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Pengedar Uang Palsu Senilai Rp. 6 Miliar

Sebelum membuat perubahan besar dalam pola makan atau memulai rencana kesehatan baru, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan Anda. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2