Ragam

Organisasi Masyarakat Sipil Harus Kuasai AI, Kunci Perkuat Dampak Sosial di Era Digital

×

Organisasi Masyarakat Sipil Harus Kuasai AI, Kunci Perkuat Dampak Sosial di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Pelatihan AI Warrior MAFINDO untuk organisasi masyarakat sipil di Jakarta
Pelatihan AI Warrior National Bootcamp oleh MAFINDO di Jakarta mempelajari pemanfaatan kolaborasi AI untuk mendukung kerja organisasi masyarakat sipil di Indonesia. (Foto: Dok. Mafindo)

Masyarakat sipil, katanya, berperan besar memastikan AI tidak memperparah polarisasi, melainkan menciptakan ruang aman digital.

Chen menjelaskan, teknologi Kecerdasan Artifisial membuka peluang bagi organisasi dengan sumber daya terbatas untuk memperluas jangkauan kerja mereka.

Tools Google seperti PinPoint dan SynthID (Google DeepMind) disebut memberikan manfaat signifikan dalam integritas informasi dan mempermudah kerja organisasi nirlaba.

Senada, Project Leader Mafindo NextGen AI, Puji F. Susanti, menegaskan bahwa literasi AI harus dipandang sebagai kompetensi dasar baru bagi seluruh pegiat masyarakat sipil.baik mereka yang bergerak di isu perempuan, keberagaman, digital, pendidikan, lingkungan, UMKM, kesehatan, hingga advokasi hukum.

Baca Juga:  Waduh, AI ‘Sikat’ Ratusan Karyawan Tiktok Sampai di-PHK

Menurutnya, organisasi kini berada pada fase di mana produktivitas tidak hanya diukur dari seberapa keras seseorang bekerja, tetapi seberapa cerdas ia memanfaatkan teknologi.

Baca Juga:  Menjelang Pilkada, Masyarakat Indonesia Masih Sulit Bedakan Fakta dan Hoaks

Fokus pada Mitigasi Deepfake dan Advokasi

Selama sesi intensif, peserta dari berbagai latar belakang organisasi diperkenalkan pada AI untuk masyarakat sipil yang melampaui tugas administratif, yaitu untuk analisis data, simulasi, dan rekomendasi strategis.

Pelatihan intensif ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas nasional, mulai dari organisasi perempuan, komunitas lingkungan, organisasi riset, komunitas digital, hingga organisasi yang bergerak pada isu edukasi dan advokasi sosial.

Baca Juga:  Yana Mulyana Sebut Larangan Mudik di Kota Bandung Sudah Optimal

Dengan latar belakang yang beragam, seluruh peserta dipersatukan oleh kebutuhan yang sama: bagaimana meningkatkan kapasitas organisasi mereka agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.

Di luar ruang kelas, para peserta juga menunjukkan optimisme bahwa AI bukan hanya teknologi futuristik, tetapi alat kerja yang harus digunakan saat ini.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3