Ragam

Sejarah dan Makna Di Balik Larangan Menikah di Bulan Suro

×

Sejarah dan Makna Di Balik Larangan Menikah di Bulan Suro

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pesta pernikahan.
Ilustrasi pengantin baru. (foto: istimewa)
Ilustrasi pesta pernikahan.
Ilustrasi pesta pernikahan. (foto: istimewa)

Salah satu peristiwa agung tersebut adalah pembantaian 72 anak keturunan Nabi dan pengikutnya, yang ditandai dengan gugurnya Sayyidina Husein atas restu Khalifah Yazid bin Mu’awiyah.

Selain itu, masyarakat Jawa terkenal dengan prinsip sopan santunnya. Mengadakan pesta atau bersenang-senang pada bulan Suro dianggap kurang sopan terhadap leluhur.

Baca Juga:  Genjot Cisumdawu, Pembebasan Lahan Jadi Prioritas

Oleh karena itu, waktu yang ada lebih baik digunakan untuk merenung atau meratapi peristiwa-peristiwa besar yang terkait dengan bulan Suro.

Baca Juga:  Sebab Disunahkannya Puasa Tasu'a bagi Umat Muslim di Bulan Muharram

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, yang dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), juga menjelaskan filosofi di balik tradisi larangan mengadakan pesta pada bulan Asyura atau Muharram.

Baca Juga:  Ramalan Zodiak hari Ini Jumat 9 Desember 2022, Capricorn, Aquarius dan Pisces

Larangan tersebut bertujuan untuk menghormati keluarga Rasulullah SAW yang sedang berduka.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3