JABARNEWS | MADAGASKAR – Presiden Madagaskar Michael Randrianirina tak mau main-main dalam menyusun kabinet baru, hingga mewajibkan seluruh calon menteri menjalani tes deteksi kebohongan atau poligraf.
Kebijakan ekstrem ini menjadi filter utama untuk menyaring figur yang bersih dari korupsi, menyusul keputusan mendadak Randrianirina membubarkan kabinetnya pada awal bulan ini.
Madagaskar saat ini berada di titik nadir sebagai salah satu negara termiskin dunia dengan PDB per kapita hanya US$ 545 atau sekitar Rp 9,2 juta pada 2024.
Ironisnya, kekayaan alam berupa vanila dan permata justru menjadi bancakan pejabat korup, hingga membuat negara ini terlempar ke peringkat 148 dari 180 dalam indeks persepsi korupsi Transparency International 2025.
Randrianirina, yang meraih kursi presiden lewat dukungan gerakan “Gen Z Madagascar” Oktober tahun lalu, kini menghadapi tekanan besar. Para pendukung mudanya mulai gerah karena menganggap pejabat pemerintah masih dihuni oleh wajah-wajah lama yang dinilai haus kekuasaan.
“Kami telah memutuskan untuk menggunakan poligraf. Dengan poligraf inilah pemeriksaan integritas latar belakang akan dilakukan,” tegas Randrianirina kepada media lokal belum lama ini, dikutip Rabu (25/03/2026).





