• Senin, 27 September 2021

Sungai Citanduy Meluap, Banjir Bandang Terjang Tasikmalaya

- Minggu, 23 Februari 2020 | 17:24 WIB
Banjir melanda Kabupaten Tasikmlaya. (Foto: Net)
Banjir melanda Kabupaten Tasikmlaya. (Foto: Net)
<p> p><b>JABARNEWS | TASIKMALAYAb> - Hujan deras yang melanda Tasikmalaya sepanjang hari sejak Sabtu (22/2/2020) hingga Minggu (23/2/2020) dini hari. Selain menyebabkan longsor beberapa titik, hujan juga menyebabkan banjir bandang yang menerjang rumah warga di wilayah Kecamatan Sukaresik dan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. <br /> <br /> Banjir tersebut dikarenakan luapan Sungai Citanduy, Minggu (23/2/2020) dinihari. Volume air yang terus meningkat hingga meluap tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga terendam air sungai. Ketinggian air yang menggenangi sejumlah wilayah itu mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter. <br /> <br /> Danramil 1206/Pageurageung, Kapten Inf Heri Safari mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk membantu BPBD<a href="https://www.jabarnews.com/tag/ Kabupaten Tasikmalaya"> Kabupaten Tasikmalayaa> mengevakuasi warga yang terjebak luapan banjir. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan patroli demi menjaga keamanan lingkungan serta antisipasi air terus meninggi. <br /> <br /> "Sungai Citanduy meluap lalu menggenangi dua Kecamatan yakni, Pageurageung dan Kecamatan Sukaresik. Air masuk ke kawasan penduduk dua wilayah Kecamatan tersebut," katanya, Minggu (23/2/2020). <br /> <br /> Menurut laporan Babinsa Desa Tanjungkerta, lanjut Heri, kejadian meluapnya air Sungai Citanduy tersebut sekitar pukul 00.30 WIB. Dikatakannya, Banjir melanda kawasan RT 01 RW 02 Kampung Godebag (Suryalaya), Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya. <br /> <br /> "Kurang lebih 40 rumah terendam saat kejadian. Namun setelah hujan reda sekitar pukul 02.00 wib air sudah mulai surut kembali," katanya. <br /> <br /> Kemudian, kata Heri, setelah itu terjadi lagi banjir susulan sekitar pukul 04.00 WIB di Kecamatan yang berbeda yaitu di Kecamatan Sukaresik. Air sungai menggenangi pemukiman penduduk di Kampung Hegarsari, Mekarsari dan Kampung Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya. <br /> <br /> "Banjir tersebut dengan ketinggian berpariasi mulai 50 sentimeter hingga 1 meter," katanya. <br /> <br /> Pihaknya, kata Heri, saat ini tengah membantu BPBD<a href="https://www.jabarnews.com/tag/ Kabupaten Tasikmalaya"> Kabupaten Tasikmalayaa> untuk membuat Posko bagi warga atau pengungsi. Selain itu, mengarahkan jalur evakuasi ke lokasi tempat aman untuk masyarakat. <br /> <br /> Plt Kepala BPBD<a href="https://www.jabarnews.com/tag/ Kabupaten Tasikmalaya"> Kabupaten Tasikmalayaa> Nuraedidin mengatakan, banjir luapan sungai Citanduy dan Cikidang ini kerap terjadi setiap musim penghujan. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Tasikmalaya, menggenai kejadian bencana alam Banjir di Sukaresik dan Pagerageung ini. <br /> <br /> Selain menggenani pemukiman penduduk, lanjut Heri, banjir juga menggenangi puluhan hektar sawah milik warga. Akibatnya tanaman padi yang baru berusia sekitar 4 minggu rusak. <br /> <br /> "Saat ini petugas BPBD<a href="https://www.jabarnews.com/tag/ Kabupaten Tasikmalaya"> Kabupaten Tasikmalayaa> bersama TNI dan Kepolisian melakukan upaya evakuasi warga dan membantu membersihkan pemukiman warga," katanya. <br /> <br /> Meski air hujan sudah mulai surut yang tadinya mencapai ketinggian hingga 1 meter, kata Nuraedidin, Tim gabungan terus melakukan upaya agar air cepat surut serta antisipasi agar tidak terjadi luapan air dan kembali menggenangi pemukiman warga. <br /> <br /> Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir itu, namun sekitar 100 rumah penduduk terendam banjir dengan ketinggian air setinggi 50 sentimeter sampai dengan 1 meter di 3 kedusunan yaitu Kampung Mekarsari, Kampung Hegarsari dan Kampung Bojongsoban. Sedangkan area pesawahan warga yang tergenang kurang lebih 52 hektar. Sawah yang tergenang itu berusia 4 minggu. <br /> <br /> "Kami juga mendampingi Muspika setempat dalam himbauan terhadap warga yang terdampak banjir agar waspada dan segera meninggalkan rumah menuju lokasi Posko pengungsian," katanya. <br /> <br /> Saat ini, banjir di Kampung Bojongsoang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, belum surut hingga Minggu siang. Sementara warga masih bertahan karena menanggap banjir sudah biasa terjadi. Namun, hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi mulai Minggu sore. <b>(Red)b>

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Lagi, Bank Bjb Raih 4 Penghargaan 2021

Minggu, 19 September 2021 | 22:47 WIB

Bank Bjb Dukung Vaksinasi Massal ITB

Jumat, 20 Agustus 2021 | 21:52 WIB

Pos Indonesia Raih 3 Penghargaan GRC Award 2021

Kamis, 5 Agustus 2021 | 21:20 WIB
X