Daerah

Pakar: Resistensi Antimikroba Bisa Ditangani Dengan Pendekatan One Health

×

Pakar: Resistensi Antimikroba Bisa Ditangani Dengan Pendekatan One Health

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi obat. (Pinterest)

Purwakarta Update | Pakar menyebut resistensi antimikroba bisa ditangani dengan baik dengan menggunakan pendekatan One Health. Apa itu?.

Menurut Profesor Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi dari Universitas Diponegoro, Prof. dr. Agus Suwandono, MPH., Dr.PH., pendekatan dan kolaborasi intersektorial dapat menjadi salah satu upaya untuk menangani kejadian resistensi antimikroba (AMR) di Indonesia.

Baca Juga:  Wakili Purwakarta di Event Internasional, Keberangkatan 10 Anak Desa Terkendala Biaya

“Dalam menangani kejadian AMR, prinsip pendekatan One Health, yakni koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan terkait (intersektoral),” kata Prof. Agus dikutip dari ANTARA.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Gandeng 38 Kampus, Mahasiswa Bakal Awasi Proyek Jabar

“Pemerintah Indonesia sendiri sudah menetapkan kebijakan berupa Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di rumah sakit-rumah sakit melalui Permenkes No.8 Tahun 2015 dan juga terdapat beberapa peraturan penggunaan antibiotik di luar rumah sakit,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Prof. Agus yang merupakan Koordinator Indonesia One Health University Network (INDOHUN) itu mengatakan tidak hanya peran pemerintah yang diperlukan dalam penanganan AMR. Seperti pandemi COVID-19, program-program pemerintah akan berhasil jika didukung juga oleh masyarakat.

Baca Juga:  Persiapan Sudah Matang Tapi FIFA Tunda Piala Dunia U-20, Apa Kata PSSI?
Pages ( 1 of 3 ): 1 23

Tinggalkan Balasan