Daerah

Masakan Jawa Otentik Hadir di Tengah Dominasi Kuliner Bandung, Ini Strategi Saji Marem

×

Masakan Jawa Otentik Hadir di Tengah Dominasi Kuliner Bandung, Ini Strategi Saji Marem

Sebarkan artikel ini
Saji Marem
Rumah Makan Saji Marem Jln. Ir. Djuanda 365 Dago, Kota Bandung. (Foto: Rian/JabarNews).

JABARNEWS | BANDUNG – Dominasi kuliner Sunda di Kota Bandung mulai mendapat tantangan dari kehadiran konsep masakan Nusantara berbasis daerah lain. Salah satunya datang dari Saji Marem, restoran yang mengusung masakan rumahan Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan pendekatan rasa tradisional.

Berbeda dari tren kuliner modern yang mengandalkan inovasi visual dan eksperimen rasa, Saji Marem memilih jalur konservatif dengan menonjolkan cita rasa autentik yang akrab di lidah masyarakat Jawa. Pendekatan ini menyasar kerinduan perantau sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Jawa kepada masyarakat Bandung yang selama ini lekat dengan masakan Sunda.

Baca Juga:  Forkom SP/SB Kota Bandung Menyatakan Keberatan Dengan Permenaker No 2 tahun 2022, Ini Kata Yana

Manajemen menyebutkan bahwa konsep utama restoran ini berangkat dari masakan rumahan, baik dari segi resep, teknik memasak, maupun karakter rasa. Filosofi nama “Saji Marem” dimaknai sebagai penyajian yang memberikan kepuasan setelah menyantap hidangan.

Baca Juga:  Tarik Tambang Kemendagri-BNPP Pecahkan Rekor MURI

“Kami mengangkat masakan Jawa Tengah dengan nuansa rumahan. Targetnya bukan hanya orang Jawa, tetapi semua kalangan yang ingin merasakan masakan yang sederhana tapi berkarakter,” ujar Outlet Manager Saji Marem Erik Pardiana saat ditemui di Bandung, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga:  Dukung Pendidikan Berkualitas, PLN Peduli Perbaiki Fasilitas SDN Sarinagen Bandung Barat

Menu yang disajikan mencakup puluhan hidangan khas Jawa, mulai dari lauk harian hingga sajian yang jarang ditemui di Bandung. Beberapa di antaranya adalah Mangut Manyung, Botok Teri, Krecek, serta olahan ayam yang menggunakan ayam kampung jantan. Pilihan menu tersebut dirancang untuk mempertahankan keaslian rasa, tanpa banyak penyesuaian terhadap selera lokal.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23