Ragam

Fenomena Kumpul Kebo Menguat, Studi Ungkap Wilayah Ini Paling Banyak

×

Fenomena Kumpul Kebo Menguat, Studi Ungkap Wilayah Ini Paling Banyak

Sebarkan artikel ini
Kumpul kebo
Ilustrasi kumpul kebo. (foto: istimewa)

JABARNEWS | BANDUNG – Istilah kumpul kebo kian akrab di telinga publik Indonesia untuk menyebut pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Dalam kajian akademik, praktik ini dikenal sebagai kohabitasi.

Baca Juga:  Gempa Bumi Magnitudo 5.6 Guncang Nias Utara, Kepala BPBD: Saya Terkejut

Fenomena tersebut tidak berdiri sendiri. The Conversation mencatat, kohabitasi berkembang di berbagai negara seiring perubahan cara pandang terhadap relasi dan pernikahan.

Sebagian kelompok memandang pernikahan sebagai institusi normatif yang sarat aturan dan beban administratif.

Baca Juga:  Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Kumpul Kebo Bisa Dipidana Enam Bulan Penjara

Kohabitasi lalu dianggap sebagai alternatif, hubungan yang dinilai lebih sederhana, personal, dan dipersepsikan sebagai wujud cinta yang lebih “tulus” dibandingkan pernikahan formal.

Baca Juga:  Soal Pernikahan Dini, Ridwan Kamil Singgung Kesadaran Masyarakat: Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Namun, konteks Asia, termasuk Indonesia, berbeda. Nilai budaya, tradisi, dan agama masih menempatkan kumpul kebo sebagai praktik yang tabu.

Pages ( 1 of 5 ): 1 23 ... 5