JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merespons dampak konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang mulai menekan sektor perdagangan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong pelaku usaha untuk mengalihkan tujuan ekspor ke pasar nontradisional.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menegaskan diversifikasi pasar menjadi kunci agar pelaku usaha tidak terdampak langsung oleh gejolak global.
“Kami mendorong pelaku usaha melakukan diversifikasi pasar tujuan ekspor agar tidak terkena dampak negatif dari konflik,” ujar Nining dalam keterangab yang diterima, Senin (23/3/2026).
Sebagai upaya konkret, Pemda Jabar menggelar presentasi bisnis (pitching business) secara daring dengan menyasar negara-negara potensial baru. Program ini melibatkan Atase Perdagangan serta perwakilan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara.
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional dan memperkuat sistem intelijen pasar guna memberikan informasi terkini terkait regulasi global kepada eksportir.





