JABARNEWS | GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mulai memetakan dan menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang hingga September.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menegaskan pemerintah daerah telah mengidentifikasi wilayah rawan serta menyiapkan berbagai skema intervensi untuk menjaga ketersediaan air bersih dan keberlanjutan sektor pertanian.
“Pemetaan daerah rawan kekeringan sudah dilakukan, seperti teman-teman di PUPR sudah menginventarisir daerah yang seringkali terjadi kekeringan,” kata Nurdin dalam keterangan yang diterima, Jumat (24/4/2026).
Wilayah utara Garut seperti Cibatu, Limbangan, dan Malangbong disebut sebagai kawasan yang paling rentan terdampak kekeringan saat kemarau tiba. Kondisi ini berpotensi mengganggu kebutuhan air domestik maupun irigasi pertanian.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Garut mengoptimalkan berbagai sumber air yang tersedia, termasuk pembangunan sumur bawah tanah serta pemanfaatan sumur eksisting.





