Daerah

Angka Kepuasan Tembus 83,8%! Ini Perubahan Nyata Pendidikan di Bandung yang Kini Dirasakan Siswa

×

Angka Kepuasan Tembus 83,8%! Ini Perubahan Nyata Pendidikan di Bandung yang Kini Dirasakan Siswa

Sebarkan artikel ini
Angka Kepuasan Tembus 83,8%! Ini Perubahan Nyata Pendidikan di Bandung yang Kini Dirasakan Siswa c) Meta deskripsi:
Farhan tampak berbaur tanpa sekat. Ia ikut memungut sampah, merapikan area sekolah, dan berdialog santai dengan para siswa. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan.

JABARNEWS | BANDUNG – Sebanyak 83,8 persen warga Kota Bandung menyatakan puas terhadap layanan pendidikan, menurut hasil survei terbaru Litbang Kompas. Capaian ini mencerminkan perubahan yang tidak lagi berhenti pada tataran program, tetapi mulai dirasakan langsung di lingkungan sekolah—dari ruang belajar yang lebih layak hingga pendekatan pembelajaran yang semakin adaptif terhadap kebutuhan siswa.

Perubahan Terasa Nyata di Sekolah

Temuan survei yang dilakukan pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 itu menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu layanan publik dengan tingkat kepuasan tertinggi di Kota Bandung. Angka ini bukan sekadar statistik. Sebaliknya, ia menjadi indikator bahwa perubahan sudah menyentuh hal paling mendasar dalam proses belajar.

Kini, siswa tidak hanya datang ke ruang kelas. Mereka merasakan suasana belajar yang lebih nyaman. Selain itu, metode pembelajaran juga mulai berubah. Guru tidak lagi hanya berfokus pada akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan karakter dan kondisi psikologis siswa.

Dinas Pendidikan Kota Bandung menegaskan, perubahan ini memang diarahkan agar langsung dirasakan.

“Yang sekarang mulai dirasakan itu bukan hanya programnya, tapi perubahan di sekolahnya. Dari ruang kelas yang lebih layak, cara belajar yang mulai berubah, sampai perhatian ke kesehatan mental siswa, itu semua mulai dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua,” ujarnya.

Baca Juga:  Buku Jadi Solusi Krisis Sosial dan Stres Warga, Farhan Dorong Bandung Jadi Pusat Literasi Nasional

Mengapa Kepuasan Publik Meningkat?

Peningkatan kepuasan publik tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada sejumlah faktor kunci yang mendorong perubahan ini.

Pertama, penguatan dukungan anggaran melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Program ini memberi ruang lebih fleksibel bagi sekolah untuk memenuhi kebutuhan dasar. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar berjalan lebih optimal.

Kedua, penataan sarana pendidikan dilakukan lebih terarah. Sepanjang 2025, pemerintah mencatat pembangunan dan perbaikan yang cukup masif. Untuk jenjang SD, terdapat penambahan 7 ruang kelas baru, rehabilitasi 260 ruang kelas, perbaikan 87 toilet, penyediaan 10 sumur bor, serta pembangunan tembok batas di 4 SD Negeri dengan total 1.330 meter.

Sementara itu, pada jenjang SMP, pembangunan juga terus dilakukan. Pemerintah membangun 1 unit sekolah baru. Selain itu, ada penambahan 16 ruang kelas, rehabilitasi 78 ruang kelas, perbaikan 29 toilet, serta penyediaan 2 ruang ibadah.

Semua langkah ini berdampak langsung. Ruang belajar menjadi lebih layak. Lingkungan sekolah pun terasa lebih aman dan nyaman.

Bagaimana Pendekatan Pembelajaran Berubah?

Selain infrastruktur, perubahan juga terjadi pada cara belajar. Dinas Pendidikan mulai mendorong penguatan pendidikan karakter. Program ini kini diterapkan di seluruh SMP Negeri, khususnya untuk siswa kelas 9.

Dampaknya mulai terlihat. Kedisiplinan siswa meningkat. Interaksi sosial menjadi lebih sehat. Suasana kelas pun lebih kondusif.

Baca Juga:  Flyover Pasupati Akan Menjadi Ikon Baru Kota Bandung, Penataan Tuntas April 2025

Di sisi lain, perhatian terhadap kesehatan mental siswa juga diperkuat. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah mulai mengembangkan sistem deteksi dini. Tujuannya jelas, yaitu mencegah masalah sejak awal.

Langkah ini dinilai relevan. Pasalnya, kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan pendidikan terus meningkat. Sekolah kini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang aman bagi perkembangan siswa.

Akses Pendidikan Diperluas, Tantangan Tetap Ada

Pemerintah juga memperluas akses pendidikan. Bantuan diberikan kepada siswa dari keluarga rentan. Program ini telah menjangkau sekitar 8.379 siswa SD dan 14.545 siswa SMP.

Langkah ini penting. Sebab, faktor ekonomi sering menjadi penghambat utama pendidikan. Dengan adanya bantuan, peluang siswa untuk tetap bersekolah semakin terbuka.

Namun demikian, tantangan belum sepenuhnya selesai. Pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah. Beberapa wilayah masih menghadapi keterbatasan kapasitas sekolah, terutama di kawasan padat penduduk.

Selain itu, tekanan ekonomi keluarga juga berpotensi memengaruhi keberlanjutan pendidikan siswa.

Dinas Pendidikan mengakui hal tersebut. Mereka menegaskan fokus ke depan adalah pemerataan kualitas.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas ini tidak hanya dirasakan di sekolah tertentu. Karena itu kami fokus pada pemerataan kualitas, termasuk penguatan sekolah di wilayah dengan kapasitas terbatas,” tambahnya.

Dampak Harus Dirasakan Siswa

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan kota. Ia menekankan bahwa kebijakan harus memberi dampak nyata.

Baca Juga:  Rekayasa Hitam Pemilu 2024 di Cianjur akan Dilaporkan ke DKPP dan Bawaslu RI

“Perubahan di sektor pendidikan harus dirasakan langsung oleh siswa, bukan hanya terlihat di atas kertas. Karena itu kami memperkuat dukungan ke sekolah, salah satunya melalui BOSDA, agar kebutuhan dasar pendidikan bisa terpenuhi dan proses belajar berjalan lebih baik,” ujar Farhan.

Ia juga menambahkan bahwa setiap sekolah harus memiliki kapasitas untuk berkembang.

“Kami ingin memastikan setiap sekolah punya kapasitas untuk berkembang, mulai dari kondisi ruang kelas, kualitas pembelajaran, sampai dukungan terhadap siswa, termasuk perhatian pada kesehatan mental yang semakin penting hari ini,” lanjutnya.

Dengan arah kebijakan tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan tidak hanya meningkat, tetapi juga merata di seluruh wilayah Kota Bandung. (Red)

Infografis: 

  • 83,8% warga puas terhadap layanan pendidikan (Survei Litbang Kompas)
  • 7 ruang kelas SD baru dibangun sepanjang 2025
  • 260 ruang kelas SD direhabilitasi
  • 78 ruang kelas SMP diperbaiki
  • 1 sekolah SMP baru dibangun
  • 87 toilet SD dan 29 toilet SMP diperbaiki
  • 10 sumur bor disediakan untuk sekolah
  • 8.379 siswa SD dan 14.545 siswa SMP menerima bantuan pendidikan
  • Program pendidikan karakter diterapkan di seluruh SMP Negeri kelas 9
  • Sistem deteksi dini kesehatan mental mulai dikembangkan