JABARNEWS | BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong penyusunan kajian akademik terhadap Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake.
Ia ingin cara pandang masyarakat terhadap peninggalan Kerajaan Sunda itu bergeser dari mistis ke pendekatan yang lebih ilmiah.
Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam kegiatan di Museum Pajajaran, Batutulis, Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).
“Kegiatan ini adalah (cara) kami ingin merubah cara pandang yang klenik menjadi cara pandang yang teknokratis. Sehingga ketika memahami benda-benda kepurbakalaan, maka kita harus melihat dari sudut peradaban,” katanya.
Dedi Mulyadi menargetkan setiap peninggalan sejarah Sunda memiliki naskah akademik tersendiri.





