Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen membawa teknologi manufaktur modern ke Subang Smartpolitan.
Hal itu untuk memastikan efisiensi produksi sekaligus keterlacakan produk yang memenuhi standar internasional.
Salah satu pertimbangan utama masuknya investasi ini adalah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa, atau IEU-CEPA.
Lewat perjanjian itu, produk tekstil Indonesia bisa masuk pasar Eropa dengan tarif nol persen, asalkan seluruh proses produksinya dikerjakan di dalam negeri, dari kain hingga menjadi pakaian jadi.
Konsep satu kawasan terpadu yang dibangun ketiga perusahaan ini memang disiapkan untuk memenuhi ketentuan tersebut.





