Ketiga pabrik tekstil itu ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan langsung beroperasi penuh.
Ribuan lapangan kerja baru pun menanti. Chief Commercial Officer Subang Smartpolitan, Abednego Purnomo, mengatakan proyek ini tidak hanya berdampak bagi industri, tapi juga membuka peluang kerja di sektor pendukung seperti logistik, katering, dan berbagai layanan lainnya.
“Kami sangat bangga menjadi rumah bagi investasi besar ini. Masuknya manufaktur vertikal yang mencakup Tier 1 hingga Tier 2 membuktikan bahwa ekosistem di Subang Smartpolitan mampu menjawab kebutuhan investor akan efisiensi biaya logistik dan standar ESG yang ketat,” kata dia.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM) turut menyambut positif. Direktur Promosi Investasi kawasan ASEAN, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik, Saribua Siahaan, berharap masuknya investasi ini ikut menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Perwakilan H&M untuk Indonesia, Budiasti Wulansari, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berkembang bersama Indonesia, baik dari sisi kapasitas produksi maupun penerapan standar keberlanjutan yang lebih tinggi.





