Belanja daerah yang dirancang dalam APBD Perubahan sebagian besar masih mengacu pada struktur APBD murni. Namun, sejumlah alokasi baru diarahkan untuk kebutuhan mendesak, seperti pendidikan, infrastruktur jalan, kesehatan, dan sektor layanan dasar lainnya.
“Sebagian besar tetap pada format murni. Tapi perubahan ini kami sesuaikan dengan kondisi terbaru dan kebutuhan mendesak di lapangan,” kata Herman.
Meski terjadi kenaikan anggaran, serapan dan pendapatan Jabar hingga semester I tahun 2025 masih belum optimal. Serapan anggaran baru mencapai 38,79 persen, di bawah DIY (41,92%) dan NTB (38,99%).
Sementara, pendapatan daerah baru terealisasi 44,72 persen dari target Rp30,99 triliun, lebih rendah dari capaian provinsi lain seperti DIY (57,43%) dan Kalimantan Barat (50,13%).
Bahkan dibandingkan tahun sebelumnya, capaian semester I 2025 masih tertinggal. Pada periode sama tahun 2024, pendapatan Jabar telah mencapai 49 persen dari target Rp35,92 triliun.





