Daerah

Apindo Beberkan Alasan 10 Pabrik Hengkang dari Kabupaten Bogor

×

Apindo Beberkan Alasan 10 Pabrik Hengkang dari Kabupaten Bogor

Sebarkan artikel ini
Pabrik
Ilustrasi pabrik hengkang dari Kabupaten Bogor. (Foto: Radar Bogor).
Pabrik
Ilustrasi pabrik hengkang dari Kabupaten Bogor. (Foto: Radar Bogor).

Kenaikan UMK, lanjut dia, yang hampir mencapai 70 pesen sejak 2015 – 2016. Kondisi itu berdampak buruk pada semua perusahaan padat karya sampai sekarang ini.

UMK 2023 di Kabupaten Bogor sendiri mencapai Rp4,5 juta atau naik sebesar 7,18 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp4,3 juta. Pihaknya menyebut, belum ada aturan yang melindungi para pengusaha untuk membuat mereka tetap bertahan.

Baca Juga:  Pohon Beringin Berusia Ratusan Tahun di Pamarican Ciamis Terbakar Secara Misterius

“Belum ada aturan yang melindungi atau sebagai payung hukum pemerintah melindungi perusahaan padat karya, meski kami Apindo sudah pendekatan ke pemerintah daerah hingga pusat,” jelasnya.

Baca Juga:  Siap-siap! ASN di Kabupaten Bogor Bakal Dites Urine

Sementara Jawa Tengah, lanjut Alexander, menjadi pilihan untuk membuat pabrik baru. Besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2023 disana hanya sebesar Rp1,95 juta, sedangkan UMK tertinggi yakni di Kota Semarang sebesar Rp3,06 juta.

Baca Juga:  KPU Jabar Ajak Media Sukseskan Pilkada 2024

Meski demikian, tidak mudah bagi perusahaan untuk pindah termasuk ke Jateng. Selain rata-rata perusahaan muda, mereka juga perlu masuknya investasi untuk membuat pabrik baru.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3