Daerah

Begini Langkah Pemkab Purwakarta Cegah Antraks Menyebar di Hewan Ternak

×

Begini Langkah Pemkab Purwakarta Cegah Antraks Menyebar di Hewan Ternak

Sebarkan artikel ini
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat membuka pelaksanaan vaksinasi LSD
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat membuka pelaksanaan vaksinasi LSD. (foto: Instagram)
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat membuka pelaksanaan vaksinasi LSD
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat membuka pelaksanaan vaksinasi LSD. (foto: Instagram)

“Berbahaya kalau mengkonsumsi daging hewan yang telah terkontaminasi penyakit tersebut. Gejalanya bisa pusing, mual dan diare berdarah, bahkan dalam beberapa kasus bisa sampai kematian,” ujar Wini.

Dia menjelaskan, walau pun belum di temukan kasus antraks, Purwakarta memiliki riwayat untuk kasus tersebut yang terjadi pada tahun 1999 di Kecamatan Cibatu pada Burung Unta.

Baca Juga:  Hari Pahlawan, Ratusan Buruh Gelar Aksi Turun ke Jalan Menuju Kantor Bupati Purwakarta

“Belajar dari kejadian tersebut, untuk Kecamatan Cibatu, Campaka, Babakancikao dan Bungursari kita rutin memberikan vaksinasi antraks dan pemberian vitamin untuk peternak dan pelaku usaha ternak setiap 6 bulan sekali,” kata Wini.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Nama Peserta Lolos Seleksi Administrasi Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Purwakarta

Wini juga mengatakan, ciri-ciri penyakit hewan ternak yang terkena penyakit tersebut, seperti panas hingga 45 derajat celcius. Hewan tersebut akan terlihat gelisah, cepat lelah, depresi dan keluar cairan encer merah seperti darah dari lubang kumlah (telinga, hidung, anus, kelamin).

Baca Juga:  UPM Jadi Instrumen Jaga Mutu Akademik Prodi Ilmu Pemerintahan STISIP Guna Nusantara Cianjur

“Kalau pada sapi bisa lebih terlihat adanya pembengkakan pada leher, dada, sisi perut, dan pinggang. Kalau panasnya diatas 45 derajat celcius hewan tersebut akan kejang-kejang kemudian terjadi kematian,” jelasnya.

Pages ( 4 of 5 ): 123 4 5