JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong pembangunan danau retensi di Kabupaten Bandung sebagai strategi jangka panjang untuk mengendalikan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai persoalan banjir tidak lepas dari tata ruang yang tidak terkendali, terutama akibat alih fungsi lahan di wilayah Bandung.
“Jujur saja, tata ruang Bandung ini salah. Sawah dibuat jadi pabrik, banjir jadi besar, solusinya Bandung itu harus diperbanyak danau,” kata Dedi saat menghadiri Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385, Senin (20/2/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan danau retensi dapat memanfaatkan lahan yang sebelumnya telah dibebaskan di kawasan rawan banjir. Menurutnya, langkah tersebut lebih efektif dibandingkan pengerukan sungai yang bersifat sementara.
“Kemudian juga dulu kan ada sudah di tempat banjir itu ada pembebasan tanah tiga hektare, nah kalau itu biar tidak masalah jika danau tersebut dibangun oleh provinsi,” ujarnya.
Selain persoalan di hilir, Dedi juga menyoroti kerusakan kawasan resapan air di wilayah hulu Bandung Selatan yang dinilai memperparah banjir. Untuk itu, pemerintah akan melakukan penataan kawasan secara menyeluruh, termasuk penguatan fungsi daerah resapan dan pengendalian alih fungsi lahan.





