JABARNEWS | BANDUNG – Lonjakan kasus campak di sejumlah wilayah mendorong langkah darurat dari pemerintah daerah. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menginstruksikan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di dua wilayah dengan tingkat penularan tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Vini Adiani Dewi, menyebut ORI akan difokuskan di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya sepanjang April 2026.
“Pelaksanaan ORI dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan kasus campak di wilayah itu,” kata Vini dalam keterangan yang diterima, Rabu (15/4/2026).
Program ini menyasar seluruh anak usia 9 hingga 59 bulan, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat pemutusan rantai penularan di wilayah yang dikategorikan zona merah.
Sebelumnya, ORI juga telah dilaksanakan di beberapa wilayah di Garut pada Februari 2026, termasuk di Puskesmas Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk.





