Daerah

Berantas Buta Huruf Sunda, Buku Calakan Didorong Jadi Bahan Ajar Muatan Lokal

×

Berantas Buta Huruf Sunda, Buku Calakan Didorong Jadi Bahan Ajar Muatan Lokal

Sebarkan artikel ini
Buku Calakan bantu pelestarian aksara Sunda di Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra menyerahkan buku Calakan untuk pembelajaran aksara Sunda. (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | TASIK – Generasi muda Tasikmalaya bakal memiliki kesempatan belajar aksara Sunda dengan lebih mudah melalui Buku Calakan, karya lokal yang dirancang untuk memperkuat muatan lokal di sekolah.

Buku ini diharapkan menjadi salah satu alat penting dalam upaya memberantas buta huruf Sunda, sekaligus melestarikan bahasa dan budaya Sunda di kalangan siswa.

Baca Juga:  Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Infrastruktur Ketenagalistrikan, PLN dan TVRI Jawa Barat Sinergi Edukasi Energi

Untuk mendukung hal tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menyerahkan buku cakalan ini ke Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, serta Stafsus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga:  Mahasiswa Purwakarta Bersuara, Tuntut Pilkada Berintegritas

Dengan langkah ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata untuk menjadikan aksara Sunda bagian penting dari pembelajaran muatan lokal di Kota Tasikmalaya maupun Jawa Barat.

Baca Juga:  395 Kendaraan Dinas Pemkot Tasikmalaya Nunggak Pajak, Ini Kata Wali Kota Viman

Buku Calakan merupakan karya Dr. Irvan Kristivan, M.Pd, warga Tasikmalaya, dan berisi panduan dasar belajar menulis aksara Sunda.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23