“Ini bukan layar tancap, melainkan bioskop permanen yang menayangkan film-film terbaru. Tujuannya menghadirkan keadilan tontonan bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan ekonomi baru di tingkat kecamatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip di Purwakarta, Minggu (11/1/2026).
Endiarto menjelaskan BIOSRA didesain sebagai bangunan dua lantai berukuran 10×30 meter. Lantai atas difungsikan untuk ruang bioskop dan aula multifungsi, sedangkan lantai bawah diperuntukkan bagi UMKM masyarakat lokal non-franchise.
Dari sisi pengelolaan, PERFIKI akan berperan sebagai manajemen film, sementara aset sepenuhnya dimiliki pengusaha lokal. Jika belum ada investor lokal, PERFIKI siap mengambil peran awal dengan dukungan pemerintah pusat.
Menurut Endiarto, bioskop rakyat di Kecamatan Cempaka Purwakarta direncanakan mulai beroperasi setelah Lebaran 2026.
“Kami berharap BIOSRA di Purwakarta bisa menjadi pilot project BIOSRA di tingkat kecamatan dan dapat diresmikan langsung oleh Bapak Menteri,” ujarnya.





