JABARNEWS | BANDUNG – Sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih awal dan berlangsung lebih panjang pada 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di berbagai daerah.
Prakirawan dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira, menyebut sejumlah wilayah bahkan sudah mulai memasuki musim kemarau sejak April.
“Musim kemarau sudah mulai terjadi di wilayah Karawang tengah, Subang tengah, serta sebagian Indramayu,” kata Vivi dalam keterangan yang diterima, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, sekitar 56 persen wilayah Jawa Barat diperkirakan mulai masuk musim kemarau pada Mei. Sementara wilayah lain seperti Kabupaten Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur tengah, hingga Kota Bandung diprediksi menyusul pada Juni.
Secara keseluruhan, sekitar 66 persen wilayah Jawa Barat diperkirakan mengalami kemarau lebih cepat dari kondisi normal. Sisanya, 25 persen berada pada kondisi normal dan 7 persen mengalami keterlambatan.





