BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering. Sebanyak 93 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal.
“Wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang dari biasanya,” kata Vivi.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus di sekitar 90 persen wilayah, sementara sebagian kecil wilayah lainnya mencapai puncak pada Juli dan September.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air.
Langkah antisipasi yang disarankan antara lain mengoptimalkan fungsi waduk dan embung, menghemat penggunaan air, serta menyesuaikan pola tanam di sektor pertanian dengan varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan.





