JABARNEWS | BANDUNG – Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan surat edaran terkait pesta pernikahan memicu perhatian. Ia secara terbuka mengimbau generasi muda, khususnya Gen Z, untuk tidak memaksakan diri menggelar hajatan mewah yang melampaui kemampuan ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan saat forum akademik, ketika Dedi menyoroti fenomena pernikahan yang kerap dibebani gengsi sosial. Ia menegaskan, esensi pernikahan bukan pada kemewahan acara, melainkan pada keabsahan secara agama dan negara.
“Saya mau bikin surat edaran, pasti diprotes, sudahlah anak-anak gen Z ini yang sekarang mau nikah ini sudahlah kalau orangtuanya gak mampu gak usah maksain diri hajatan,” kata Dedi dalam keterangan yang diterima, Rabu (15/4/2026).
Menurut Dedi, konsep pernikahan sederhana justru lebih realistis dan tidak memberatkan. Ia menggambarkan skenario ideal tanpa pesta berlebihan.
“Pagi-pagi datang ke KUA akad, sore sudah pulang, besoknya sudah dagang lagi,” katanya.





