Selain ORI, pemerintah juga menggencarkan program Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar di delapan daerah lain, seperti Bogor, Depok, Bandung, Bekasi, Cirebon, dan Subang. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella (MR) secara lengkap.
Dinkes Jabar memastikan ketersediaan vaksin MR dalam kondisi mencukupi. Saat ini, pihaknya menunggu distribusi alat suntik auto disable syringe (ADS) dari Kementerian Kesehatan untuk mendukung pelaksanaan program.
Sebagai langkah pengendalian, seluruh fasilitas kesehatan diwajibkan melaporkan temuan suspek campak maksimal 24 jam setelah ditemukan. Pasien juga diminta menjalani isolasi minimal tujuh hari sejak munculnya gejala.
“Apabila imunisasi belum lengkap, tidak ada kata terlambat. Segera lengkapi imunisasi ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Vini.
Data menunjukkan, kasus campak di Garut mengalami lonjakan signifikan dengan 102 kasus terkonfirmasi dalam empat bulan terakhir. Sebanyak 60 di antaranya bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit.





