Daerah

Kasus Campak Meningkat, Dinkes Jabar Wajibkan Imunisasi Darurat di Garut dan Tasikmalaya

×

Kasus Campak Meningkat, Dinkes Jabar Wajibkan Imunisasi Darurat di Garut dan Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini
Layanan vaksinasi campak gratis di pos kesehatan mudik Jabar 2026.
Ilustrasi pelayanan vaksinasi campak (Foto: Net)

Selain ORI, pemerintah juga menggencarkan program Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar di delapan daerah lain, seperti Bogor, Depok, Bandung, Bekasi, Cirebon, dan Subang. Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella (MR) secara lengkap.

Baca Juga:  Kunjungan Wisatawan ke Garut Capai 3,3 Juta Jiwa pada 2024

Dinkes Jabar memastikan ketersediaan vaksin MR dalam kondisi mencukupi. Saat ini, pihaknya menunggu distribusi alat suntik auto disable syringe (ADS) dari Kementerian Kesehatan untuk mendukung pelaksanaan program.

Sebagai langkah pengendalian, seluruh fasilitas kesehatan diwajibkan melaporkan temuan suspek campak maksimal 24 jam setelah ditemukan. Pasien juga diminta menjalani isolasi minimal tujuh hari sejak munculnya gejala.

Baca Juga:  Warga Muhammadiyah di Kota Bogor Gelar Shalat Iduladha di Lapangan Sempur

“Apabila imunisasi belum lengkap, tidak ada kata terlambat. Segera lengkapi imunisasi ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Vini.

Data menunjukkan, kasus campak di Garut mengalami lonjakan signifikan dengan 102 kasus terkonfirmasi dalam empat bulan terakhir. Sebanyak 60 di antaranya bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga:  Bupati Geram Kadis Bungkam Soal Adanya Calo di Disdukcapil Cianjur
Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3