JABARNEWS | CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur memperpanjang status siaga darurat bencana hingga akhir 2026 sebagai respons terhadap prediksi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi cuaca ekstrem hingga pertengahan tahun, termasuk fase peralihan musim.
“Status siaga darurat bencana diperpanjang dan Pemkab Cianjur sudah menyiapkan anggaran dana kebencanaan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan kemungkinan kemarau panjang,” kata Wahyu dalam keterangan yang diterima, Senin (4/5/2026).
Sebelumnya, status siaga darurat bencana di Cianjur berakhir pada 30 April 2026. Namun, intensitas bencana yang masih terjadi di sejumlah wilayah mendorong pemerintah daerah mengambil langkah lanjutan.
Dalam beberapa hari terakhir, bencana banjir bandang dilaporkan terjadi di Desa Jamali, Kecamatan Mande, yang merendam puluhan rumah warga dan menyebabkan 15 unit mengalami kerusakan berat. Selain itu, banjir juga menggenangi sekitar 30 rumah di Desa Batulawang, Kecamatan Pacet.





