JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka opsi pembinaan berbasis kedisiplinan melalui program barak militer bagi pelaku kerusuhan di kawasan Dago, termasuk enam pelajar yang masih berstatus di bawah umur.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan pendekatan tersebut dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter, selain proses hukum yang tetap berjalan.
“Nanti bisa juga diarahkan mereka untuk mengikuti program pendidikan barak militer supaya mereka mengerti arah bangsa ini ke mana dan apa yang harus dilakukan,” kata Dedi, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, penanganan kasus harus tetap mengacu pada ketentuan hukum, termasuk dalam kerangka Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, khususnya terkait perlakuan terhadap anak di bawah umur.
“Kita lihat aspek hukumnya. Di dalamnya kan ada pembinaan, berarti pidana anak di bawah umur,” katanya.





