“Jadi sudah menjadi kelaziman bahwa setiap hari Sabtu dan Minggu, DLH selalu berjaga untuk mengantisipasi semua acara yang ada di Bandung, termasuk kegiatan sekarang ini,” ujar Darto di Balai Kota Bandung.
Selain personel, DLH juga menyiagakan sejumlah armada pendukung lapangan. Di antaranya berupa satu unit truk, dua kendaraan pikap, satu mobil penyemprot air, hingga satu unit road sweeper.
Darto menambahkan, fokus utama operasi kebersihan ini dilakukan dengan menempel ketat rombongan parade budaya.
“Fokusnya terutama mengawal jalur Mahkota Binokasih,” katanya.
Menurut Darto, potensi tumpukan sampah besar relatif lebih kecil karena parade ini didominasi elemen budaya permanen seperti kereta kencana.





