Daerah

Dedi Mulyadi Usulkan Skema Upah Sektoral Nasional, UMK Dinilai Picu Relokasi Industri

×

Dedi Mulyadi Usulkan Skema Upah Sektoral Nasional, UMK Dinilai Picu Relokasi Industri

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan reformasi sistem pengupahan nasional dengan mengganti skema Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) menjadi sistem upah sektoral berbasis industri yang ditetapkan secara nasional.

Dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo di Bandung, Selasa (5/8/2025), Dedi menyebut perbedaan UMK antarwilayah selama ini menjadi pemicu migrasi tenaga kerja dan relokasi industri yang tidak efisien secara ekonomi.

Baca Juga:  Luncurkan JIDA 2025, Dedi Mulyadi: Perkuat Talenta Digital Menuju Pemerintahan Transparan

“UMK itu sering kali menimbulkan problem,” tegas Dedi. “Banyak pabrik yang hanya berpindah-pindah demi mencari daerah dengan UMK lebih rendah. Purwakarta lari ke Karawang, Karawang lari ke Indramayu, nanti ke Jawa Tengah. Ini harus dihentikan.”

Baca Juga:  Terancam 6 Tahun Penjara, Dua Pengendara Harley Davidson yang Tewaskan Dua Bocah di Pangandaran Ditahan

Dedi menyoroti ketimpangan nilai UMK di kawasan industri berdekatan, seperti Purwakarta dan Karawang, atau Sumedang dan Bandung, yang selisihnya bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Ia menilai perbedaan tersebut tidak selalu mencerminkan realitas biaya hidup maupun kondisi industri, melainkan hasil tarik-menarik politik lokal.

Baca Juga:  Soal Kasus Pekerja Sirkus di Taman Safari, Dedi Mulyadi Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan!

“Kadang momentum politik dimanfaatkan untuk menaikkan UMK demi popularitas. Itu tidak tepat,” ujarnya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2