Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, menjelaskan bahwa 27 desa tersebut dipilih dari 40 desa yang mendaftar sejak Desember 2024, melalui proses seleksi berbasis komitmen pengisian data serta dukungan dari kepala desa masing-masing.
“Pendampingan teknis sudah dimulai sejak Juni 2025. Kami lakukan pelatihan daring dan luring agar operator desa paham prinsip Satu Data Indonesia dan bisa menyusun profil desa berbasis statistik sektoral,” jelas Bambang.
Jenis data yang dihimpun mencakup sektor kependudukan, pendidikan, kesehatan, keuangan desa, infrastruktur, sosial, lingkungan, dan pemerintahan. Data tersebut akan menjadi basis penyusunan kebijakan di tingkat desa secara lebih presisi dan berorientasi kebutuhan riil masyarakat.
Dalam implementasinya, program ini juga melibatkan Bappelitbangda sebagai ketua forum data dan DPMPD sebagai pendamping dalam tata kelola pemerintahan desa. Diskominfo bertindak sebagai walidata daerah, sementara BPS mengambil peran sebagai pembina data.
“Desa Cantik akan memperkuat posisi desa sebagai subjek pembangunan, bukan hanya objek. Data yang dikumpulkan bukan untuk arsip, tapi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan,” tegas Bambang. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





