Sejumlah ruas jalan yang masuk prioritas antara lain Babajurang–Jatitujuh, Majalengka–Dawuan, Balida–Panongan, Ranji–Sukaraja Kulon, Sangiang Banjaran, Campaga–Talaga–Sukamantri, hingga kawasan Bantarujeg. Selain itu, peningkatan ruas Tonjong–Jatiwangi juga akan diperkuat dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi sebesar Rp12 miliar, disertai dana pendamping kabupaten Rp3 miliar.
Menurut Eman, proses perbaikan harus melalui tahapan administratif dan mekanisme penganggaran yang ketat, termasuk skema kompetisi anggaran (minicom) pada 2026.
“Harus ada tahapan. Apalagi dengan pola kompetisi yang sangat ketat tahun ini,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi negatif terhadap proses pembangunan, karena pemerintah daerah terus berupaya mencari tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Di sisi lain, warga berharap proyek perbaikan tidak hanya cepat direalisasikan, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi. Salah satu warga, Erick Daisy, menilai kualitas pekerjaan menjadi kunci agar jalan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.





