Selain pergaulan malam, kepemilikan kendaraan pribadi di usia sekolah juga menjadi perhatian. Menurut Farhan, banyak siswa membawa sepeda motor dan terlibat konvoi pada malam hari, bahkan dalam beberapa kasus kedapatan membawa senjata tajam.
“Kalau sudah kejadian lalu ditangkap, selesai. Tapi, sebelum itu terjadi, kita harus cegah,” katanya.
Pemkot Bandung memilih pendekatan pencegahan melalui pembinaan sejak dini. Salah satunya dengan penguatan karakter di sekolah, khususnya bagi siswa kelas 9.
Saat ini, setiap Jumat sejumlah siswa kelas 9 mengikuti kegiatan baris-berbaris dan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari program pembinaan. Program ini merupakan penguatan lanjutan dari kebijakan sebelumnya yang sempat mengirim siswa ke barak untuk pembinaan, namun kini dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Untuk mengukur efektivitas program tersebut, Pemkot Bandung menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia.





