“Dana BTT-nya tinggal Rp2 miliar, sedangkan kebutuhan untuk jembatan tersebut sekitar Rp7 miliar,” ujarnya.
Menyikapi keterbatasan anggaran tersebut, Dedi menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat untuk segera turun ke lokasi guna melakukan peninjauan langsung serta menghitung kebutuhan anggaran secara rinci.
Ia juga menegaskan, pemerintah provinsi akan melakukan penanganan sementara agar akses masyarakat dapat segera pulih.
“Kami akan melakukan langkah-langkah penanganan agar jembatan kembali normal dan bisa digunakan warga,” tuturnya.
Selain itu, Dedi mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam melaporkan kondisi infrastruktur di daerahnya. Menurutnya, informasi dari warga sangat membantu pemerintah dalam menentukan prioritas perbaikan. “Terima kasih atas informasi dari seluruh warga,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





