“Kami mendengar, memahami, dan siap menyampaikan aspirasi rekan-rekan mahasiswa,” ucapnya di hadapan massa aksi.
Ia menegaskan, Polres Purwakarta mendukung ruang kritik dan menyambut masukan terhadap institusi kepolisian. Bagi Anom, mahasiswa adalah mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polres Purwakarta selalu terbuka untuk berdiskusi dan mendengarkan. Kami berharap aksi-aksi seperti ini tetap damai agar pesan tersampaikan dengan baik tanpa menimbulkan gesekan,” katanya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti tindakan represif aparat dalam berbagai kasus, termasuk tuntutan transparansi penanganan pembunuhan driver ojek online. Mereka menyebut aksi ini bukan sekadar demonstrasi, tetapi peringatan bahwa keadilan harus hadir bagi seluruh rakyat.
Spanduk dan poster bernuansa kritik dibentangkan di depan Mapolres, memperlihatkan keresahan generasi muda terhadap kondisi negara. Meski penuh orasi keras, aksi berakhir tertib tanpa gesekan, sebagaimana diapresiasi Kapolres Purwakarta. (Gin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





