“Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas: UMKM harus diperkuat sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional,” katanya.
Selain sesi dialog, program tersebut juga menghadirkan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan para ahli dan pendamping bisnis guna mempercepat pengembangan usaha.
Melalui program ini, pelaku UMKM dapat mengurus berbagai legalitas usaha seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi halal, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Aspirasi yang muncul dalam dialog tadi menunjukkan bahwa pelaku usaha butuh solusi cepat dan nyata. Oleh karena itu, kami memastikan adanya output konkret hari ini,” ujar Leontinus.
Ia menegaskan fokus utama program tersebut adalah memberikan perlindungan menyeluruh bagi pelaku usaha agar lebih siap bersaing dan mengomersialkan produknya secara aman.





