“Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan melibatkan peneliti serta mahasiswa secara langsung,” ujarnya.
Ketua LPPM Unisba, Prof. Dr. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.Hum., menambahkan bahwa teknologi yang ditampilkan bukanlah hasil riset sesaat, melainkan kelanjutan dari proses panjang penelitian dosen Unisba.
“Ini bukan generasi pertama. Sebelumnya sudah ada riset Batok Terawang, mesin pencacah, hingga pengolahan food waste. Apa yang ditampilkan sekarang adalah hasil kesinambungan penelitian,” kata Neni.
Ia juga menegaskan bahwa inovasi tersebut telah ditinjau oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta jajaran kementerian terkait telah melihat langsung proses pengolahan sampah yang dikembangkan Unisba.
“Artinya, inovasi ini sudah melalui penilaian dan tidak berdiri sendiri sebagai gagasan kampus,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





