Lah! Gerakan Milenial Ini Sebut Harga BBM di Indonesia Murah Jika Dibanding Negara Lain

Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM). (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI) M. Adhiya Muzakki menyebut naiknya harga bahan bakar minyak jenis Pertamax menjadi Rp12.500 per liter masih tergolong murah jika dibandingkan dengan negara negara lain di dunia.

Baca Juga:  Om Luhut Menyoal Kenaikan Harga BBM: Pasti Sakit, Tapi...

Berdasarkan catatan Adhiya, bahan bakar minyak jenis solar, disubsidi oleh pemerintah sekitar Rp7.800 rupiah. Kemudian pertalite, telah disubsidi sekitar Rp4.000-Rp4.500 rupiah, serta Pertamax yang harusnya 16.000 rupiah, disubsidi oleh pemerintah menjadi Rp12.500 rupiah.

Baca Juga:  BBM Naik Ridwan Kamil: Distribusi Harus Diawasi

“Bandingkan dengan negara lain, Indonesia masih yang termurah urusan BBM,” kata Adhiya kepada wartawan, Kamis (9/4/2022).

Adhiya membeberkan, di Negara Hongkong misalnya, harga BBM per liternya bisa menembus angka Rp41.000. Kemudian Belanda Rp36.000, Monako Rp35.000, Denmark Rp33.000, serta Jerman Rp32.000.

Baca Juga:  8 Jalan Tol Ini Dilengkapi Kamera CCTV untuk Tilang Elektronik

Sementara itu, di Asia Tenggara, BBM di Indonesia juga masih tergolong murah. Adhiya membandingkan, harga bahan bakar minyak di Singapura misalnya, bisa tembus angka Rp30.000 per liter.