Ia juga menjelaskan bahwa karya desainer lokal Purwakarta sebenarnya sudah memiliki nilai ekonomi tinggi di level nasional hingga internasional.
Namun menurutnya, apresiasi di daerahnya sendiri dinilai masih perlu ditingkatkan melalui ajang seperti ini.
Agar menjaga kualitas, Hadi menyarankan pembentukan dewan juri profesional dari kalangan praktisi dan akademisi. Proses kurasi yang transparan dinilai menjadi syarat mutlak agar hasil lomba mendapat kepercayaan publik.
Hadi berharap logo yang terpilih nantinya diharapkan memperkuat strategi branding daerah. Visual yang berkarakter diyakini mampu meningkatkan daya tarik investasi serta pariwisata Purwakarta.
“Dengan identitas visual yang berkarakter, Purwakarta mampu menguatkan citra sebagai daerah yang mendukung ekonomi kreatif,” tutupnya.(red)





