“Warga setempat membantu penanganan awal. Mereka menunjukkan sikap bijak konservasi karena tidak melukai satwa. Mereka sadar macan tutul ini merupakan satwa yang dilindungi,” katanya.
Terkait penyebab kemunculan macan tutul ke area permukiman, BBKSDA Jabar masih melakukan penelusuran lebih lanjut. Namun berdasarkan keterangan warga, kawasan Pacet dan sekitarnya memang telah lama dikenal sebagai salah satu habitat alami macan tutul di Jawa Barat.
“Kami belum tahu pasti dari mana asalnya, tapi masyarakat menyebut daerah itu memang masih terdapat habitat macan tutul,” ujar Vitriana.
Pihak BBKSDA mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, serta segera melapor apabila kembali menemukan satwa liar masuk ke lingkungan permukiman guna mencegah jatuhnya korban dan menjaga kelestarian satwa dilindungi. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





