JABARNEWS | BANDUNG BARAT – Di tengah maraknya kasus pinjaman online ilegal dan praktik rentenir yang menjerat warga, Masjid Besar Ash-Sholihin di kaki Gunung Burangrang justru menjelma menjadi benteng ekonomi umat. Ahad kemarin, masjid ini resmi mengoperasikan koperasi berbasis syariah hasil kolaborasi BAZNAS Jawa Barat dan Koperasi Kebangsaan Malaysia (ANGKASA).
Kehadiran koperasi masjid di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua ini bukan sekadar program seremonial. Dr. Ramin Zaenal Muttaqin, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ash-Sholihin, menyebut lembaga keuangan mikro ini lahir dari kebutuhan mendesak warga yang kian tercekik bunga tinggi pinjaman ilegal.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kami berharap koperasi masjid ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang masih terdampak pinjaman online dan rentenir,” ujarnya.
Semangat Rasulullah Dihidupkan Kembali
Presiden ANGKASA Malaysia, Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah ijtihad kontemporer untuk mengembalikan kejayaan fungsi masjid seperti di era kenabian.
“Masjid pada masa Rasulullah bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat kehidupan umat, termasuk ekonomi. Melalui koperasi masjid, kami ingin masjid menjadi lebih berfungsi, hidup, dan mampu menyatukan masyarakat,” ungkapnya.
Dana Segar dari Malaysia untuk Warga
Komitmen ini langsung diwujudkan dengan suntikan dana segar. ANGKASA menyerahkan dana infaq senilai USD 3.000 atau setara Rp50 juta untuk memperkuat modal operasional koperasi Masjid Ash-Sholihin. Tak hanya itu, donasi kemanusiaan sebesar RM 13.810 dan Rp5,4 juta juga disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu pemulihan korban longsor di Bandung Barat.
Pedagang Bakso Ikan Merasa Tertolong
Program ini sudah menyentuh langsung warga kecil. Andi Komarudin, pedagang bakso ikan keliling asal Cisarua, mengaku sempat kesulitan modal usaha karena tak punya akses ke perbankan. Koperasi masjid menjadi satu-satunya pintu harapan.
“Saya tidak punya modal sebelumnya, tapi alhamdulillah melalui koperasi masjid ini saya mendapat bantuan. Terima kasih kepada ANGKASA Malaysia dan BAZNAS yang sudah membantu dan memperhatikan masyarakat seperti kami,” tuturnya haru.
BAZNAS: Masjid Adalah Pusat Peradaban
Pimpinan Bidang Keuangan & Pelaporan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dra. Ruri Badariyah Ramadanti, menekankan bahwa kerja sama ini adalah langkah konkret menjadikan masjid sebagai simpul penyelesaian masalah umat.
“Masjid adalah pusat peradaban. Penguatan ekonomi berbasis masjid diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang berakar dari masalah ekonomi,” tegasnya.
Kolaborasi yang melibatkan BAZNAS RI, BAZNAS Jabar, BAZNAS Bandung Barat, dan ANGKASA ini diyakini akan melahirkan model pemberdayaan baru yang bisa direplikasi di masjid-masjid lain.(Red)





